Rss

Selasa, 10 April 2012

Pembelajaran PAIKEM

1. Pengertian Pendekatan PAIKEM
PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Selanjutnya, PAIKEM dapat didefinisikan sebagai pendekatan mengajar (approach to teaching) yang digunakan bersama metode tertentu dan berbagai media pengajaran yang disertai penataan lingkungan sedemikian rupa agar proses pembelajaran menjadi aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (Syah : 2009,1). Dengan demikian, para siswa merasa tertarik dan mudah menyerap pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan. Selain itu, PAIKEM juga memungkinkan siswa melakukan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan sikap, pemahaman, dan keterampilannya sendiri dalam arti tidaksemata-mata ”disuapi” guru.
PAIKEM menekankan agar siswa mampu mengintegrasikan gagasan baru dengan gagasan atau pengetahuan awal yang telah dimilikinya, sehingga mereka mampu membangun makna bagi fenomena yang berbeda. Sehingga dalam pembelajaran siswa selalu menjadi subjek aktif sedangkan guru menjadi fasilitator dan pembimbing belajar mereka.

2. Penjabaran PAIKEM
a. Pembelajaran Aktif
Pembelajaran Aktif berarti pembelajaran yang memerlukan keaktifan semua siswa dan guru secara fisik, mental, emosional, bahkan moral dan spiritual. Guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, membangun gagasan, dan melakukan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman langsung, sehingga belajar merupakan proses aktif siswa dalam membangun pengetahuannya sendiri. Dengan demikian, siswa didorong untuk bertanggung jawab terhadap proses belajarnya sendiri.
Dari sisi guru, aktif berarti dalam pembelajaran guru memberikan umpan balik, mengajukan pertanyaan yang menantang, dan mendiskusikan gagasan siswa. Sementara dari aktif dari sisi siswa mengandung kegiatan antara lain, bertanya atau meminta penjelasan, mengemukakan gagasan, serta mendiskusikan gagasan orang lain dan gagasannya sendiri

b. Pembelajaran Inovatif
Pembelajaran Inovatif mengandung pengertian bahwa dalam pembelajaran guru mengunakan segala aspek pembelajaran ( metode, bahan, perangkat dan sebagainya) dipandang baru atau bersifat inovatif, meskipun metode dan sebagainya itu bukanlah barang baru, namun belum dilaksanakan oleh guru (Syah: 2009,16 ). Pembelajaran inovatif dapat menyeimbangkan fungsi otak kiri dan kanan apabila dilakukan dengan cara meng- integrasikan media/alat bantu terutama yang berbasis teknologi baru/maju ke dalam proses pembelajaran tersebut. Sehingga, terjadi proses renovasi mental, di antaranya membangun rasa pecaya diri siswa.
Membangun sebuah pembelajaran inovatif dapat dilakukan dengan caracara yang di antaranya menampung setiap karakteristik siswa dan mengukur kemampuan/daya serap setiap siswa. Sebagian siswa ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dan keterampilan dengan menggunakan daya visual (penglihatan) dan auditory (pendengaran), sedang sebagian lainnya menyerap ilmu dan keterampilan secara kinestetik (rangsangan/gerakan otot dan raga). Dalam hal ini, penggunaan alat/perlengkapan (tools) dan metode yang relevan dan alat bantu langsung dalam proses pembelajaran merupakan kebutuhan dalam membangun proses pembelajaran inovatif.
Inovatif dari sisi guru meliputi penggunaan bahan/materi baru yang bermanfaat dan bermartabat, penerapan berbagai pendekatan pembelajaran dengan gaya baru, memodifikasi pendekatan pembelajaran konvensional menjadi pendekatan inovatif yang sesuai dengan keadaan siswa, sekolah, dan lingkungan, penggunaan beraneka ragam strategi pembelajaran, serta dapat juga melibatkan perangkat teknologi pembelajaran. Sementara inovatif dari sisi siswa meliputi siswa mengikuti pembelajaran inovatif dengan aturan yang berlaku, berupaya mencari bahan/materi sendiri dari sumber-sumber yang relevan, dan menggunakan perangkat teknologi maju dalam proses belajar.

c. Pembelajaran kreatif
Pembelajaran yang kreatif mengandung makna tidak sekedar melaksanakan dan menerapkan kurikulum. Kurikulum memang merupakan dokumen dan rencana baku, namun tetap perlu dikritisi dan dikembangkan secara kreatif. Dengan demikian, ada kreativitas pengembangan kompetensi dan kreativitas dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas termasuk pemanfaatan lingkungan sebagai sumber bahan dan sarana untuk belajar. Pembelajaran kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa dan tipe serta gaya belajar siswa. Guru bertindak kreatif dengan mengembangkan kegiatan pembelajaran yang beragam serta membuat alat bantu belajar yang berguna meskipun sederhana. Sementara siswa yang kreatif diantaranya dapat merancang atau membuat sesuatu dan menulis atau mengarang sesuatu.

d. Pembelajaran Efektif
Pembelajaran dapat dikatakan efektif jika mencapai sasaran atau minimal mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan. Di samping itu, yang juga penting adalah banyaknya pengalaman dan hal baru yang didapat siswa. Guru pun diharapkan memeroleh pengalaman baru sebagai hasil interaksi dua arah dengan siswanya. Untuk mengetahui keefektifan sebuah proses pembelajaran, maka pada setiap akhir pembelajaran perlu dilakukan evaluasi. Selain hal tersebut, menurut syah (2009:34) guru dikatakan menjadi pengajar yang efektif apabila: (1) Menguasai materi yang diajarkan, mengajar dan mengarahkan dengan memberi contoh, (2) menghargai siswa dan memotivasi siswa, (3) memahami tujuan pembelajaran, (4) mengajarkan keterampilan pemecahan masalah, (5) menggunakan metode yang bervariasi, (6) mengembangkan pengetahuan pribadi dengan banyak membaca, (7) mengajarkan cara mempelajari sesuatu, (8) melaksanakan penilian yang tepat dan benar. Sementara itu, siswa dikatakan menjadi pembelajar yang efektif dalam arti: (1) menguasai pengetahuan dan
keterampilan atau kompetensi yang diperlukan, (2) dan mendapat pengalaman baru yang berharga.

e. Pembelajaran Menyenangkan
Pembelajaran menyenangkan adalah pembelajaran yang dapat dinikmati siswa. Siswa merasa nyaman, aman dan asyik. Perasaan yang mengasyikkan mengandung unsur inner motivation, yaitu dorongan keingintahuan yang disertai upaya mencari tahu sesuatu. Selain itu pembelajaran perlu memberikan tantangan kepada siswa untuk berpikir, mencoba dan belajar lebih lanjut, penuh dengan percaya diri dan mandiri untuk mengembangkan potensi diri secara optimal. Dengan demikian, diharapkan kelak siswa menjadi manusia yang berkarakter penuh percaya diri, menjadi dirinya sendiri dan mempunyai kemampuan yang kompetitif (berdaya saing). Adapun ciri-ciri pokok pembelajaran yang menyenangkan menurut Syah (2009:35), ialah: Adanya lingkungan yang rileks, menyenangkan, tidak membuat tegang (stress), aman, menarik, dan tidak membuat siswa ragu melakukan sesuatu meskipun keliru untuk mencapai keberhasilan yang tinggi; terjaminnya ketersediaan materi pelajaran dan metode yang relevan; terlibatnya semua indera dan aktivitas otak kiri dan kanan; adanya situasi belajar yang menantang (challenging) bagi peserta didik untuk berpikir jauh ke depan dan mengeksplorasi materi yang sedang dipelajari; adanya situasi belajar emosional yang positif ketika para siswa belajar bersama, dan ketika ada humor, dorongan semangat, waktu istirahat, dan dukungan yang enthusiast.
Pembelajaran yang menyenangkan tidak membuat siswa takut salah dan dihukum, takut ditertawakan teman-teman, takut dianggap sepele oleh guru atau teman. Pembelajaran yang menyenangkan justru membuat siswa berani bertanya, berani mencoba/berbuat, berani mengemukakan pendapat/gagasan, dan berani mempertanyakan gagasan orang lain.

3. Karakteristik PAIKEM
a.) Berpusat pada siswa (student-centered), yaitu guru sebagai fasilitator, bukan
penceramah, fokus pembelajaran pada siswa bukan pada guru, siswa belajar
secara aktif, siswa mengontrol proses belajar dan menghasilkan karyanya
sendiri, tidak hanya mengutip dari guru
b.) Belajar yang menyenangkan (joyful learning)
c.) Belajar yang berorientasi pada tercapainya kemampuan tertentu (competencybased
lerning)
d.) Belajar secara tuntas (mastery learning)
e.) Belajar secara berkesinambungan (continuous learning)
f.) Belajar sesuai kekinian dan ke-disini-an (contextual learning)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar